Diciptakan Teknologi Cinema 3D, Nonton Film 3 Dimensi Tanpa Kacamata
Jumat, 29 Juni 2016

Teknologi layar 3D tanpa kacamata memang bukan hal yang baru. Teknologi tersebut sebelumnya telah hadir pada ponsel, Nintendo 3DS, dan beberapa jenis TV, dan TV lah perangkat terbesar dari semua perangkat yang memliki teknologi tersebut.

Sayangnya untuk penonton bioskop, mereka masih harus mengenakan kacamata dan terasa tidak nyaman ketika digunakan untuk menoton film 3D di bioskop. Namun sebentar lagi kita dapat menonton film 3D di bioskop tanpa harus mengenakan kacamata khusus tersebut.

Ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) menciptakan teknologi layar baru yang bisa membuat film tiga dimensi (3D) dapat ditonton tanpa kacamata khusus. Teknologi yang disebut Cinema 3D itu dibuat Laboratorium Ilmu Komputer dan Kecerdasan Buatan MIT. Selain membuat film 3D dapat langsung ditonton, layar ini juga membuat gambar lebih tajam.

“Pendekatan yang ada selama ini membutuhkan layar yang beresolusi sangat besar dan sangat tidak praktis,” kata Dosen MIT Wojciech Matusik seperti dikutip dari The Next Web, Jumat (29/7/2016). “Layar ini adalah pendekatan teknis pertama yang memungkinkan gambar 3D tanpa kacamata dalam skala besar,” lanjutnya.

MIT mencatat, selama ini televisi 3D tanpa kacamata menggunakan teknologi yang disebut pembatas parallax, menggunakan serangkaian celah yang memaksa mata untuk melihat pixel berbeda. Masalahnya, penggunaan teknologi semacam ini pada TV membuat penonton harus berada tepat di depan layar dan pada jarak tertentu.

Hal tersebut tidak mungkin bisa dilakukan pada layar bioskop. Karena itu, MIT menciptakan layar yang mempunyai beberapa pembatas parallax untuk memungkinkan penonton melihat gambar sama pada jarak dan posisi berbeda.

Hanya saja, Cinema 3D belum bisa dinikmati dalam waktu dekat ini. Satu-satunya model yang bekerja saat ini hanya seukuran tablet iPad dan membutuhkan banyak cermin serta lensa. “Kita tetap harus melihat apakah pendekatan seperti ini bisa , dalam segi finansial, untuk diperbesar ke skala bioskop,” kata Matusik.

Walau demikian, dia mengaku optimistik penciptaan layar ini adalah satu langkah penting dalam perkembangan 3D di ruang yang lebih besar. Kita nantikan saja perkembangan berikutnya.

Berita Terkait